Tuesday, December 18, 2012

Kegiatan Bermain dan Belajar Bersama Bunda Ani, Yayasan Trikusuma Bangsa



JAKARTA, Museum fatahillah 15/12.
Mengenal sosok Bunda Ani yaitu seseorang Founder, voluntir, sekaligus Pendiri dari Yayasan Tri kusuma Bangsa yang peduli terhadap Nasib pendidikan Anak-anak Indonesia, kepeduliannya itu membuat dirinya tergerak untuk ikut serta dalam memajukan pendidikan, terutama Bagi Anak-anak yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan yang layak, seperti Anak pada umumnya.

Kegiatan Bermain dan Belajar Bersama Yayasan Tri Kusuma Bangsa - Museum Fatahillah

Bunda Ani, yang juga menjadi Donatur Tunggal dari Yayasan Tri kusuma Bangsa ini Mengadakan Kegiatan Belajar dan Bermain, yang sudah di dirikan sejak 7 tahun yang lalu, Bersama staf pengajar dari aktifis Muda yang juga peduli terhadap pendidikan di indonesia. Mengajak seluruh Anak-anak yang memiliki kemauan untuk belajar bersama di luar jam sekolah.

Pertama kali diadakan di Blitar, Jawa timur ini. Memiliki tempat kedua yaitu Tepatnya di Depan Halaman Pos indonesia yang tidak berada jauh di kawasan Museum Fatahillah (Kota tua), yang berdiri pada tanggal 12 Februari 2012, Meskipun Sarana dan Prasarana yang terbatas namun Banyak Anak-anak yang antusias mengikuti kegiatan Bermain dan Belajar tersebut.

Kegiatan yang di adakan setiap hari Sabtu, dari pukul  14:00 s/d 18:00 WIB ini, meliputi kelas Bintang, Bulan, Matahari dan Bumi. di bagi menjadi empat, pertama yaitu kelas Bintang (Paud) yang di ikuti oleh anak TK, kedua kelas Bulan di ikuti oleh kelas 1 s/d kelas 3 SD, ketiga kelas Matahari dari kelas 4 s/d kelas 6 SD, dan yang ke empat ini merupakan kelas yang Baru di buka bulan November 2012 lalu yang di ikuti oleh kelas 1 s/d 3 SMP. “Dengan adanya kegiatan seperti ini saya mendapatkan pengetahuan dan teman-teman baru, kakak-kakak yang mengajar juga baik terhadap kita.” Jelasnya Rahmat salah satu anak Didik Bunda Ani.

Menurut Rizky Dwi Hermiati salah satu staf pengajar, dari Yayasan Tri kusuma Bangsa, “Sebagian besar yang mengikuti kegiatan Belajar dan Bermain ini, di ikuti oleh Anak-anak Kampung Muka (Kota tua), Ancol dan Anak-anak sekitar kawasan lingkungan Museum fatahilah, Sebagian yang mengikuti kegiatan ini juga adalah mereka Anak-anak yang ikut orang tuanya Berdagang Asongan, Ataupun Mereka yang ingin mendapatkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, Maka dari itu Yayasan Trikusuma Bangsa ini sangat Terbuka dan Menerima dengan Baik bagi siapapun Anak-anak yang ingin bergabung bersama kami untuk Belajar dan Bermain bersama.”

Salah satu Ibu dari anak yang mengikuti kegiatan ini sangat merasa senang  dengan adanya kegiatan belajar yang di adakan oleh yayasan trikusuma Bangsa, dengan itu anaknya dapat mengikuti pelajaran tambahan di luar sekolah, “Dari pada anak saya bermain, saya lebih senang mengajak anak saya mengikuti kegiatan belajar, bermain dan berkreatifitas seperti ini, Agar masa depan anak saya lebih baik lagi.” Jelasnya Ibu Mulyati salah satu wali murid anak Didik Bunda Ani.

Bunda Ani Bersama Yayasan Tri kusuma Bangsa, Bertujuan dengan adanya kegiatan Belajar dan Bermain ini, Dapat memajukan Dunia pendidikan, Khususnya terhadap Anak-anak indonesia yang kurang beruntung mendapatkan pendidikan yang layak, serta dapat mencerdaskan Anak Bangsa. (Gugun).

School Of Broadcasting Akom Bsi Cengkareng


 
JAKARTA, Bsi Cengkareng, Kamal 14/12.

            Bina Sarana Informatika memiliki banyak Program Study dan Akademik Jurusan, dan salah satu diantaranya adalah Akademi Komunikasi (AKOM) jurusan penyiaran (Broadcasting) yang saat ini di gandrungi oleh remaja-remaja sebagai pilihan Study yang mereka Jalani.

Kegiatan Mahasiswa/i Akom Broadcasting Bina Sarana Informatika - Cengkareng

Menciptakan sumberdaya Manusia yang Memiliki Kemampuan Profesional di Bidang Komunikasi. Rasa keingin tahuan remaja inilah yang membuat remaja-remaja ingin belajar tentang Dunia Pertelevisian Dan Radio, yang selalu berkembang dan berhunbungan dengan Entertainment yang kini berkembang pesat. Dengan Visi Mewujudkan akademik komunikasi berbasis tekhnologi informasi yang profesional, bermutu dan terbaik di indonesia, jurusan Akom Broadcasting BSI siap bersaing secara kompetensi dan prestasi yang telah dimiliki.

Dan di salah satu cabang Bsi Cengkareng tepatnya di jl. Kamal Raya No.18, Ring Road Barat, inilah jurusan Broadcasting Begitu Banyak di Minati oleh Beberapa Mahasiswa/i, terutama untuk mereka yang berstatus Karyawan atau bekerja, mereka dapat mengambil jurusan ini tanpa harus terkendala oleh waktu kerja, karena mereka dapat mengambil kelas Malam yang di buka dari pukul 17:00 s/d 21:30 WIB, sehingga mereka yang bekerja tetap dapat mengambil jurusan Broadcasting ini. “saya masuk Broadcasting karena keinginan tersendiri, karena cita-cita saya ingin menjadi seorang reporter profesional di bidangnya, yang membawa nama besar broadcasting di indonesia, di Broadcasting inilah saya juga dapat mempelajari tekhnik kamera, audio, penyutradaraan dsb.” Jelasnya Maesaroh salah satu Mahasiswi semester III jurusan Broadcasting.

“Senangnya mengajar Broadcasting kelas malam itu kalau di kelas mereka fun, kreatif dan mudah memahami setiap materi yang saya ajarkan, meskipun terkadang mereka agak sedikit telat setiap kali masuk kelas, mungkin karena pekerjaan juga.” Jelasnya Pak Darma salah satu Dosen pengajar di Broadcasting Bsi Cengkareng. Dengan adanya jurusan Broadcasting ini Bsi Mengharapkan Lulusan AKOM BSI dapat memiliki daya saing dalam merebut peluang kerja dan berjiwa enterpreneurship yang tinggi. (Gugun).

Monday, December 17, 2012

Saman Fest


         Saman merupakan fenomena tari dan musik saman dalam tradisi masyarakat gayo, yang menduduki “ seribu bukit “ di dataran tinggi Aceh sebelah selatan – timur. Suatu upacara adat yang utama di mana saman berperan adalah bejamu besaman, di mana suatu kampung mengundang kampung lain, dari dalam hingga luar wilayah kabupaten. Yang mengundang adalah seluruh warga kampung. Yang diundang pun hampir seluruh warga ( hanya kaum laki – laki ) satu kampung, sekitar 200 atau 300-an orang, usia belasan hingga enam-puluhan tahun.

        Acara Saman Summit yang di adakan di museum Fatahillah, kota tua. Yang berlangsung dari tanggal 14 & 15 desember 2012 dan 3 hari untuk seminar. Acara ini di ikuti oleh beberapa kelompok – kelompok kesenian di antaranya Saman Gayo ( Senior ) dari kampung Bukit, Kabupaket Gayo Lues, Rabani Wahid dari Samalanga, Kabupaten Aceh Utara, Tari Pukat dari Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur,Saman ( Rampai ) dari Jakarta dan Rudak Sasak dari desa Terengan, Kabupaten Lombok Utara. Budaya – budaya yang di miliki Indonesia itu begitu banyak. Sampai kadang – kadang orang lupa bahwa masih ada budaya – budaya lain yang begitu menarik perhatian wisatawan asing . Maka harus terus di tanamkan rasa kecintaan pada diri masyarakatnya itu sendiri, tentang arti penting kebudayaan yang telah kita miliki, ujar Ray Bachtiar Drajat ( 53 ) selaku panitia.

       Ini akan menjadi tugas kita bersama untuk melestarikan beraneka ragam banyaknya budaya yang telah kita mmiliki. Jadi kalau kita lupa otomatis smua akan lupa. Dan seharusnya lebih di eksplore oleh generasi – generasi muda.


        Motivasi mengikuti acara saman ini untuk membudidayakan kebudayaan yang ada di provinsi Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Tarian Rudat sasak dari desa Terengan, Kabupaten Lombok Utara. Tariannya seperti pencaksilat, tarian bahasa arab, dan Melayu. Harapan saya supaya kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya di daerah Lombok Utara tidak hanya di kenal oleh masyarakat sekitar. Tapi, dapat juga di kenal oleh masyarakat luas, ujar bapak Inzurdin ( 40 ) sebagai peserta acara. Jadi kalau kita olah kembali, menjadi lebiih modern. Mungkin akan lebih banyak lagi yang meminati. Karna kebudayaan yang kita miliki lebih banyak di bandingkan negara – negara lain.